Politik itu ibarat wanita sexy berbikini. Semua pria pasti minimal melirik, bahkan ada yang melotot tak berkedip. Ada juga yang menghujat. Tak sedikit pula yang memanfaatkannya untuk kepentingan diri sendiri.
Seorang teman di Facebook bilang “politik itu kejam”, ada pula yang bilang “politik itu kotor”, tak sedikit pula yang beranggapan kalau politik itu isinya para koruptor. Benarkah?
Entahlah. Yang jelas, kalau semua itu benar, Kenapa partai politik semakin banyak saja? Belum lagi jumlah Caleg yang semakin membludak. Mungkin berapa tahun lalu teman-teman kita masih sama dengan kita, tapi tiba-tiba kok fotonya ada dimana-mana menjadi Caleg.
Kalau dibilang politik itu busuk, kejam, nan kotor, kenapa berita politik setiap hari bersliweran di media? Lebih dari itu, media pun menikmati iklan sehalaman penuh dari partai politik peserta pemilu. Media menghujat parpol pun menikmati limpahan iklan dari yang dihujat.
Bagaimana dengan Golput? Kalau politik itu busuk, seharusnya suara Golput tambah besar dong. Tapi kok tetap aja tuh. Malah Gus Dur yang katanya mau kampanye Golput malah mengijinkan putrinya ikut kampanye parpol. Jadi Golput itu beneran ada nggak sih?
Jangan-jangan Golput itu “GOLongan PUliTik….